Kalian pernah enggak ngerasain kehilangan orang tersayang? Ya, aku pun pernah ngerasain hal itu ketika ditinggal almarhumah Mamaku untuk selama-lamanya. Aku merasa hidupku seperti tidak ada arah lagi, merasa kesal sama diri sendiri, dan bingung ingin berkeluh kesah ke siapa lagi. Karena dialah sosok yang selalu ada di sampingku dalam kondisi apa pun. Aku tidak pernah menyangka kalau hal itu terjadi padaku di usiaku yang masih terbilang belum cukup dewasa. Pada saat itu, aku masih kelas 6 SD dan baru mau menempuh ujian nasional.
Berat? Iya. Putus asa? Juga iya. Tapi aku masih mempunyai sosok Papa yang tetap menyayangiku dan mendampingiku dengan setia. Aku pun tidak sendiri, karena dari pengalaman itu aku jadi tahu kalau Tuhan ingin membentukku menjadi sosok perempuan yang kuat.
Awalnya, aku merasa tidak mungkin bisa menjadi seorang wanita dewasa seperti layaknya Mamaku. Tapi seiring proses perjalanan hidup sampai saat ini, Tuhan memberikanku berbagai pengalaman—pahit, buruk, menyedihkan, bahkan membuatku jatuh bangun. Semua itu membentukku menjadi wanita yang sangat dewasa sampai hari ini. Di situlah aku belajar, meskipun kita sudah kehilangan orang yang kita cintai, hal itu tidak boleh membuat kita langsung putus asa. Sebab di perjalanan selanjutnya, Tuhan akan memberikan penggantinya dan membuat hidup kita jadi lebih bahagia, lebih dewasa, serta bermanfaat bagi banyak orang.
Kalian pernah enggak sih merasa kehilangan orang yang kalian sayang seperti yang aku alami? Yuk, bagikan pengalaman dan cerita kalian, kita deep talk bareng-bareng!